Cuaca

Geografis desa Todowongi

 



Desa Todowongi (atau sering ditulis Todowangi) merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Desa ini memiliki karakteristik geografis yang strategis, kekayaan alam yang melimpah, serta kehidupan sosial yang sangat harmonis. 

Berikut adalah profil dan kondisi geografis Desa Todowongi.

1. Kondisi Geografis & Topografi
  • Letak Astronomis & Koordinat: Desa ini terletak di koordinat 1°04′14″ LU dan 127°33′07″ BT. [1]
  • Luas Wilayah: Memiliki luas wilayah sekitar 24,10 km². 
  • Batas Desa : Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bukumatiti,Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tuada,Sebelah Timur berbatasan dengan Lahan perkebunan/Pertanian,Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Teluk Jailolo.
  • Karakteristik Lahan: Sebagai desa pesisir, bentang alam Todowongi bervariasi mulai dari wilayah pantai, dataran rendah tempat permukiman warga, hingga kawasan perbukitan yang dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. 
  • Hidrologi: Desa ini dilewati oleh Sungai Todowongi yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) cukup besar. Aliran sungai ini mengalir hingga ke pesisir laut Jailolo. 
2. Demografi & Sosial Budaya
  • Jumlah Penduduk: Berdasarkan basis data kependudukan, desa ini dihuni oleh sekitar 902 jiwa dengan pertumbuhan yang stabil.
  • Kampung Pancasila: Pada Agustus 2026, Desa Todowongi secara resmi dipercaya dan ditetapkan sebagai Kampung Pancasila di Provinsi Maluku Utara dalam ajang KASAD Award. Penghargaan ini diberikan karena masyarakat Todowongi memiliki toleransi yang tinggi dan hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman budaya serta agama. Hubungan kekeluargaan dan tradisi gotong royong masih terjaga sangat kental.
  • Masyarakat Adat: Wilayah permukiman di Todowongi juga menjadi rumah bagi sebagian komunitas tradisional suku asli seperti Suku Tobaru yang masih mempertahankan kearifan lokal mereka. 
3. Potensi Wilayah & Perekonomian
Masyarakat memanfaatkan lahan produktif desa yang dikelola oleh kelompok tani maupun usaha mandiri warga, meliputi: 
  • Sektor Perkebunan (Lahan ±112 Ha): Komoditas utama berupa kebun kelapa (kopra), pala, dan cengkeh yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
  • Sektor Pertanian (Lahan ±10 Ha): Lahan produktif yang ditanami padi ladang, jagung, dan ubi.
  • Sektor Peternakan: Terdapat sekitar 360 ekor ternak yang didominasi oleh sapi dan ayam peliharaan warga.
  • Sektor Perikanan: Memiliki 42 kolam budidaya aktif yang memproduksi ikan bandeng dan nila melalui Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), di samping aktivitas nelayan tangkap di perairan pesisir pantai.
  • Industri Kecil (UMKM): Terdapat industri rumahan berupa pengolahan jahe serta kerajinan anyaman rotan. 
4. Potensi Wisata Alam
Desa Todowongi menyimpan daya tarik ekowisata yang asri dan belum banyak terjamah oleh komersialisasi skala besar, di antaranya: 
  • Pantai Bakun: Kawasan pesisir pantai dengan suasana yang tenang, cocok untuk wisata santai keluarga.
  • Air Terjun Togorenge: Air terjun alami tersembunyi yang menawarkan suasana hutan tropis yang sejuk.
  • Wisata Perairan & Kano: Aliran sungai dan muara yang tenang sering dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga air ringan seperti kano dan eksplorasi ekosistem hutan mangrove asli. 
5. Infrastruktur & Aksesibilitas
  • Akses Jalan: Sebagai bagian dari Kecamatan Jailolo (pusat administrasi kabupaten), desa ini memiliki akses jalan darat yang cukup baik untuk menuju ke pelabuhan atau pusat kota Jailolo.
  • Administrasi: Pelayanan administrasi publik berpusat di Kantor Desa Todowongi dengan Kode Pos 97752. 
6. 


Share

0 Comments :

Berikan Komentar Anda



Desa Todowongi
© desain: malut.my.id